Fakta Seputar Gula

Jumat, 15 Oktober 2010


Terasa manis di lidah belum tentu memberi hasil yang manis pula buat kulit kita, para ahli kecantikan percaya bahwa terlalu banyak mengkumsumsi gula dalam jangka waktu yang panjang dapat membuat kulit kita menjadi kusam dan keriput. Semua ini disebabkan oleh prose salami tubuh kita, ketika protein bercampur dengan gula di dalam tubuh dan menghasilkan enzim yang disebut glikasi. Di dalam darah, glikasi membentuk molekul-molekul perusak yang salah satunya dapat menyebabkan penuaan kulit atau disebut sebagai glaycation end products ( AGE). Semakin banyak gula yang kita kusumsi, semakin banyak AGE yang dihasilkan.

Ketika AGE terakumulasi, protein yang ada dismpingnya langsung rusak dan kerusakan ini terus merembet ke protein lain. Hal ini berlangsung seperti efek domino. Jaringan yang paling banyak dirusak adalah kolagen dan elastin yang merupakan serat dengan fungsi menjaga kekencangan kulit. Sekali kolagen rusak, maka elastisitas kulit pun terpengaruh.

Kulit menjadi kering dan rapuh, sehingga mudah jadi keriput dan tidak lentur lagi. Dan tentu saja, tanda penuaan yang jelas terlihat pada kulit wajah, mata, dan sekitar bibir. Menurut study yang dipublikasikan oleh British Journal of Dermatology proses penuaan ini, biasanya terjadi ketika kita berumur 35 tahun dan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Selain merusak kolagen, pola makan tinggi gula juga menentukan jenis kolagen yang akan kita miliki. Hal ini menjadi faktor benyebab kulit keriput. Jenis kolagen yang banyak terdapat pada kulit kita adalah tipe I, II, dan tipe III. Tipe III adalah yang paling stabil dan tahan lama, glikasi dapa mengubah kolagen tipe III menjadi tipe I yang sifatnya lebih rapuh. Itu sebabnya mengapa kulit kita terlihat tambah tidak kencang. AGE menonaktifkan enzin anti oksidan alami yang kita miliki, sehingga kita pun jadi lebih rentang terhadap sinar manatahari yang sampai sekarang masih dianggap sebagai penyebab utama penuaan dini.

Lalu siapakah yang merupakan kelompok orang dengan resiko tinggi ? mereka menderita diabetes. Kelompok ini telah hidup dengan kadar gula darah yang tinggi selama bertahun-tahun, jadi jangan heran jika mereka menunjukkan gejala penuaan dalam usia yang masih muda. Hal ini tergantung pada bagaimana mereka mengendalikan kondisi diri sendiri. Orang diabetes memiliki jumlah AGE 50 kali lebih banyak dari kulitnya, dibandingkan mereka yang tidak menderita penyakit ini. Kata Karyn Grossman seorang ahli dermatologi yang pernah aku baca dalam artikelnya. Tetapi, kita tidak perlu khawatir, di jaman serba canggih begini selalu ada cara untuk menemukan solusi salah satunya adalah membangun kolagen . Untuk menjaga kadar kolagen dan membatasi kadar AGE. Berikut adalah 5 langkah untuk kulit yang awet muda :


Batasi asupan gula berlebih

Tidak mudah untuk benar-benar lepaskan diri dari gula sepenuhnya, apalagi kalau kita suka makanan manis. Bahkan gandm murni, buah-buahan, dan sayuran pada akhirnya akan diubah menjadi glukosa dipencernaan, sementara glokosa merupakan tipe gula yang diperlukan glasi sebagai bahan bakarnya. Berikut ini cara untuk memangkas gula dalam menu makanan sehari-hari kita :

Jaga kosumsi gula kita tidak lebih dari 10% dari total kalori.

Bila anda seorang wanita berusia 45 tahun dengan tinggi badan sekitar 165 cm, kurangi asupan gula hinga 160 kalori ( atau 10 sendok teh ). Ini setara dengan satu kaleng minuman berkola yang sering jadi pemuas dahaga disaat kita sedang ingin yang minuman manis dan segar.


Tambahan suplemen

Mengosumsi 1 mg vitamin B1 dan B6 setiap hari dapat mengurasngi produksi AGE. Vitamin B1 dan B6 banyak terdapat pada makanan kita sehari-hari seperti gandum, susu, telur, kacang hijau dan berbagai jenis ikan. Tetapi minuman multivitamin yang mengandung setidaknya 1 mg kedua vitamin tersebut dianjurkan. Dengan demikian kita terjamin akan mengasup 1,1 mg vitamin B1 dan 1,3 mg vitamin B6 setiap harinya ( atau 1,5 mg bagi mereka yang berusia 50 tahun ke atas.


Gunakan tabir surya SPF setiap hari

Produksi AGE menjadi lebih banyak secara signifikan pada kulit yang terpapar sinar matahari secara langsung dibanding dengan kulit yang selalu terlindungi. Anda tahu bahwa tabir surya tidak hanya melindungi kita dari bahaya kangker kulit tetapi juga dapat membuat kulit tetap awet muda.


Perhatikan kandungan antioksidan

Zat pencegah radikal bebas ini dapat menghalangi proses penyatuan gula dengan protein. Jadi penuhilah kebutuhan akan antioksidan dengan meningkatkan kosumsi kranberi, kacang kanari, apel ( banyak terdapat juga kulitnya ) stroberi, jambu merah, paprika dll. Serta aplikasi beragam yang mengandung antioksidan ini ke kulit kita, seperti the hijau serta vitamin C dan E paduan antara dua vitamin ini akan benar-benar dapat menyelamatkan kulit kita. Keduanya mampu melindungi hingga lapisn kulit dalam tempatnya kolagen dan elastin berada.

0 komentar:

Posting Komentar